4 JUNI 2011



To: Some 0ne


Meratapi hidupku
Di kala kau meninggalkan Aku
Yang menginginkan, Mengharapkan
Kau jadi milikku


Andai ku bisa memutar waktu
Yang dulu terindah
Saat kau dekat denganku
Memberi warna hidupku
Membahagiakan setiap hembus nafasku


Harusnya ku ungkapkan semua isi hatiku
Ketika kau masih sendiri
Mungkin salahku yang tak mampu berikan kata
Untuk mengatakan rasa cinta


Kurasakan hatiku luka
Melihat kau duduk berdua
Disinggasana cinta
Saling tersenyum mesra
Saling mengucap janji setia





By: Puteri KeoNg

Akhir MEI

Akhir MEI yang membosankan Saat ini ada yang hilang dari diriku Tapi apa....! Kucari hingga sudut waktu Namun tak jua Aku temukan Ingin ku bertanya Tapi pada siapa...! Sedang waktu terus berjalan Tak pedukan perihnya hatiku Aku tak tahu harus apa Mungkin membaur dengan gemercik air Berenang bersama ikan-ikan mungil Ataukah harus terbang bersama burung-burung Tapi aku tak punya sayap Yang aku tahu... Aku resah Aku gelisah Ingin ku menangis Tapi mata dilanda kemarau Ingin ku menjerit Namun suaraku ditelan... [Read More]

Pergolakan jiwa

Tarian pena penghantar kata Kala rindu sebakkan dada Mengharap pertemuan akan tiba Walau sesaat sekedar bertatap mata Manis senyum coba sibak tirai duka Bening mata pancarkan jiwa Isyarat hati penuh cinta Ketika hasrat kian menggugah rasa Mahligai bahagia jadi impian Duka dan derita jadi rintangan Hanya ketegaran yang mampu bertahan Dalam jiwa penuh kegundahan Ombak asmara kian menderu Menghempas hati ketengah galau rindu Remuk redamkan ketenangan bagae debu Kemudian sirna bersama semilir angin lalu Benci, rindu... [Read More]

Aku




Siapa Aku...!
Aku hanyalah sehelai daun dari jalanan berdebu
Yang lama terbuang dari kumpulanku
Yang coba hadir disisimu.


Siapa Aku...!
Aku hanyalah sampah dari tong berbau
Yang penuh kotoran berselimut debu
Yang coba masuki celah hatimu.


Siapa Aku...!
Aku hanyalah semilir angin lalu
Yang tersia berhembus tanpa arah dan tuju
Yang coba belai wajah ayumu.


Siapa Aku...!
Aku hanyalah virus dari empedu
Yang coba lumpuhkan hatimu
Yang datang mengusik Tenangmu.




By: Pujangga Cinta

Kisah Bisu

Sabtu Agustus 09 Kulukis tentang dirimu dan waktu Di ujung relung resah, sepi dan bisu Gemercik air yang pekakkan telingaku Berbaur mengental dalam lukisan rindu Juga cerita tentang mu Ada damai kurasa Ketika kuhanyut Nostalgia Yang Kurekam dalam gemercik air di batas Senja Tapi semua Tanpa makna Ketika dawai kesunyian mulai dipetik Dan gemercik air tak lagi menggema Sukmaku jauh melayang Lalu jatuh disini_Terpuruk lasu Diantara retakan-retakan Kaca Tembok tembok tua Di saksikan alamanda merah tua Lalu... [Read More]