Showing posts filed under Sajak

15 Desember 2011

Aku tak ingin lagi bertemu Walau di dada ini tertimbun rindu Kerana ku tahu cinta tak ada dihatimu Di hatimu, Walau seujung kuku Aku tak ingin bertemu Bukan kerana benci meracun hatiku Tapi Kerana ku tahu hanya harapanku Harapan yang ada di hatimu Aku tak ingin cinta ini memudar Walau harus membuatku tak lagi tegar Kerana ku tahu di hatimu semua tak mekar Sekali lagi tak pernah mekar Aku ingin semuanya hilang Meski... [Read More]

15 November

Pagi Kesekian kali yang Ku jumpai Secangkir kopi dan sepotong roti Juga sebutir pil pereda nyeri Entah kapan ini akan berhenti Semua masih seperti pagi yang telah terlewati Kejenuhan, keraguan yang menyelimuti Tak jua beranjak pergi Walau hanya seperti embun pagi Aku terdiam Dalam pelukan sinar mentari Yang mengantarkanku pada sebuah memori Tentang kebersamaan yang terlewati Kebersamaan dalam bahagia yang tak hakiki Pada tiap ujung waktu yang telah dilalui Pada semburat kenangan yang... [Read More]

Tanggal 7 di bulan maret 2009

Semalam tadi..... Ada bahagia yang membuai sanubari Membawaku terbang kealam tak bertepi Hadirkan asa dan rasa yang tak dimengerti Kureguk indahnya walau tak abadi Hanya sekelip lepaskan dahaga cinta ini Di ujung pagi...... Ada deretan kata yang kujumpai Begitu halus namun setajam belati Pedih menikam kedalam sanubari Namun itu tak mampu menjadi benci Meski cuma selembar, sekedar pembalut luka ini Dan esok nanti...... Ku ingin semua hilang dan pergi Pergi dan tak akan kembali... [Read More]

November

November yang menjumpaiku Semua hanya serba putih Sedang tubuhku hanya mampu tertunduk lesu Dimana bercak-bercak itu masih segar memerah Ku tengok hatiku Ku lihat dia lebih tragis Berhamburan kesana kemari Tak berbentuk Ah.... Semua hanyalah putaran roda kehidupan Kadang di bawah, kadang di atas Dan sekarang Aku yang tergilas Ku lihat jarum yang berlompatan menjadi menit Dia tersenyum lalu tertawa Seakan bangga kerana mampu meloloskan diri Sedang aku, Terpuruk Jauh disana Direrumputan yang menghijau Masa laluku menari-nari dengan... [Read More]

Untuk sebuah Nama

Lembut tutur sapamu yang ku dengar Menggugah rasa yang dulunya tegar Dan kini akhirnya kini harus memudar Ya sekali lagi memudar juga luntur Candamu dalam merayu Semaikan benih benih rindu Rindu yang gelisahkan tidurku Rindu yang getarkan dinding cintaku Hati ini tlah terpikat olehmu Cinta yang kuncup mekar untukmu Mekar tersiram lembut bahasamu Bahasa lembut pancaran cantikmu Di ujung malam yang menelantarkanku Goresan pena menari lukiskan tentangmu Pada semburat jingga kuhadirkan bayangmu Juga pada alamanda... [Read More]